Jumat, 31 Oktober 2014

Cerpen- Sweet Seventeen

Di depan sana seperti ada fatamorgana, seperti biasan atau bahkan sebuah kilauan yang tak mampu untuk aku tatap. Tetapi rasa penasaran membuatku ingin berlari cepat agar segera tiba disana, di tanggal 24 september 2012. Bayang-bayang tentang sweet seventeen tak dapat terlepas dari benakku. Mereka terus berlari dan berkejaran tanpa henti.
“Empat hari lagi usiaku akan menginjak angka 17, kira-kira sesuatu apa yang akan terjadi di sana ya?” gumam ku kepada Rani.
Rani adalah teman, sahabat, dan keluarga bagi ku. Aku tinggal bersamanya, di sebuah kamar asrama yang terletak tak jauh dari sekolahku, ia selalu mau  mendengar segala keluh kesahku setiap saat, setiap waktu, tak pernah ia menutup telinganya meski hanya sekedar mendengar keluhan-keluhan ku yang tak jelas.