TUGAS
PAPER
Berkaitan
dengan Wawasan Nusantara
A.
Pendahuluan
1.
Latar Belakang
Keanekaragaman
kehidupan berbangsa dan bernegara dapat berupa pendapat, kepercayaan, hubungan
dan sebagainya memerlukan suatu perekat agar bangsa yang bersangkutan dapat
bersatu untuk memelihara keutuhan negaranya. Suatu Negara dalam
menyelenggarakan kehidupannya tidak terlepas dari pengaruh lingkungannya, yang
didasarkan atas hubungan timbale balik atau keterkaitan antara filosofi bangsa,
idiologi, aspirasi, dan cita-cita yang dihadapkan pada kondisi sosial
masyarakat, budaya dan tradisi, keadaan alam dan wilayah serta pengalaman
sejarah.
Upaya
pemerintah dan rakyat menyelenggarakan kehidupannya memerlukan suatu konsepsi
berupa wawasan nasional yang dimaksudkan untuk menjamin kelangsungan hidup,
keutuhan wilayah serta jati diri.
Kata
wawasan berasal dari bahasa Jawa yaitu wawas (mawas) yang artinya melihat atau
memandang, jadi kata wawasan dapat diartikan sebagai cara pandang atau cara
melihat. Wawasan Nasional adalah cara pandang suatu bangsa yang telah menegara
tentang diri dan lingkungannya dalam ekstensinya yang serba terhubung
(interaksi dan interelasi) serta pembangunannya di dalam bernegara di
tengah-tengah lingkungannya baik nasional, regional maupun global.
2.
Rumusan Masalah
a. Bagaimana
asas wawasan nusantara?
b. Bagaimana
kedudukan, fungsi dan tujuan wawasan nusantara?
c. Bagaimana
era baru kapitalisme?
d. Bagaimana
keberhasilan implementasi wawasan nusantara?
3.
Tujuan Penulisan
a. Agar
dapat memahami dan menjelaskan mengenai asas, arah pandang wawaasan nusantara.
b. Agar
dapat memahami dan menjelaskan mengenai kedudukan, fungsi, dan tujuan wawasan
nusantara.
c. Agar
dapat memahami dan menjelaskan mengenai tantangan implementasi wawasan
nusantara dengan adanya era baru kapitalisme.
d. Agar
dapat memahami dan menjelaskan mengenai keberhasilan implementasi wawasan
nusantara.
4.
Metode Penulisan
Metode
penulisan yang digunakan dalam pembuatan paper ini adalah dengan menggunakan
literatur dari berbagai sumber-sumber yang tertera dalam daftar pustaka.
B.
Pembahasan
1.
Asas Wawasan Nusantara
Asas
wawasan nusantara merupakan ketentuan-ketentuan dasar yang harus dipatuhi,
ditaati, dipelihara dan diciptakan agar terwujud demi tetap taat setianya
komponen atau unsur pembentuk bangsa Indonesia (suku/golongan) terhadap
kesepakatan (commitment) bersama. Asas wawasan nusantara (wasantara) terdiri
dari:
a.
Kepentingan atau tujuan yang sama
b.
Keadilan
c.
Kejujuran
d.
Solidaritas
e.
Kerjasama
f.
Kesetiaan terhadap kesepakatan
Dengan latar belakang budaya, sejarah serta kondisi
dan konsentelasi geografi serta memperhatikan perkembangan lingkungan
strategis, maka arah pandang wawasan nusantara meliputi:
a.
Ke dalam
Bangsa Indonesia
harus peka dan berusaha mencegah dan mengatasi sedini mungkin faktor-faktor
penyebab timbulnya disintegrasi bangsa dan mengupayakan tetap terbina dan
terpeliharanya persatuan dan kesatuan.
Tujuannya adalah
menjamin terwujudnya persatuan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional baik
aspek alamiah maupun aspek sosial.
b.
Keluar
Bangsa Indonesia
dalam semua aspek kehidupan internasional harus berusaha untuk mengamankan
kepentingan nasional dalam semua aspek kehidupan baik politik, ekonomi, sosial
budaya, pertahanan keamanan demi tercapainya tujuan nasional.
Tujuannya adalah
menjamin kepentingan nasional dalam dunia yang serba berubah dan ikut serta
melaksanakan ketertiban dunia.
2.
Kedudukan Wawasan Nusantara
Wawasan
Nusantara merupakan ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyat
dengan tujuan agar tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam rangka
mencapai dan mewujudkan tujuan nasional.
Wawwasan
Nusantara dalam paradigma nasioanal dapat dilihat dari hirarkhi paradigma
nasional sebagai berikut:
a. Pancasila
(dasar Negara) sebagai Landasan Idiil.
b. UUD
1995 (Konstitusi Negara) sebagai Landasan Konstitusional.
c. Wasantara
(Visi bangsa) sebagai Landasan Visioner.
d. Ketahanan
Nasional (Konsepsi Bangsa) sebagai Landasan Konsepsional.
e. GBHN
(Kebijaksanaan Dasar Bangsa) sebagai Landasan Operasional.
Fungsi
wawasan nusantara adalah pedoman, motivasi, dorongan serta rambu-rambu dalam
menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan, dan perbuatan, baik bagi
penyelenggara Negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat
dalm kehidupan bermasyarakat, bernegara dan berbangsa.
Tujuan
wawasan nusantara adalah mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala bidang
dari rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional daripada
kepentingan perorangan, kelompok, golongan, suku bangsa atau daerah.
3.
Implementasi Wawasan Nusantara
Penerapan
wawasan nusantara harus tercermin pada pola fikir, pola sikap dan pola tindakan
yang senantiasa mendahulukan kepentingan Negara.
a. Implementasi
dalam kehidupan politik adalah menciptakan iklim penyelenggara Negara yang
sehat dan dinamis, mewujudkan pemerintahan yang kuat, aspiratif dan dipercaya.
b. Implementasi
dalam kehidupan ekonomi adalah menciptakan tatanan ekonomi yang benar-benar
menjamin pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara
merata dan adil.
c. Implementasi
dalam kehidupan sosial budaya adalah menciptakan sikap batiniah dan lahiriah
yang mengakui, menerima dan menghormati segala bentuk perbedaan sebagai
kenyataan yang hidup di sekitarnya dan merupakan karunia Sang Pencipta.
d. Implementasi
dalam kehidupan pertahanan keamanan adalah menumbuhkan kesadaran cinta tanah
air dan membentuk sikap bela Negara pada setiap WNI.
Sosialisaisi
wawasan nusantara
a. Menurut
sifat atau cara penyampaiannya:
1.) Langsung,
dapat dilakukan dengan ceramah, diskusi atau tatap muka.
2.) Tidak
langsung, dapat dilakukan melalui media massa.
b. Menurut
metode penyampaiannya:
1.) Ketauladanan
2.) Edukasi
3.) Komunikasi
4.) Integrasi
Materi wasantara disesuaikan dengan tingkat dan
macam pendidikan serta lingkungannya supaya bisa dimengerti dan dipahami.
Tantangan Implementasi Wawasan Nusantara:
a.
Pemberdayaan masyarakat
John Naisbit
dalam buku “Global Paradox”
menyatakan Negara harus dapat memberikan peranan sebesar-besarnya kepada
rakyat.
Pemberdayaan
masyarakat dalam arti memberikan peranan dalam bentuk aktivitas dan partisipasi
masyarakat untuk mencapai tujuan nasional hanya dapat dilaksanakan oleh
Negara-negara maju dengan buttom-up planning, sedang untuk Negara berkembang
dengan top-down planning karena adanya keterbatasan kualitas sumber daya
manusia, sehingga diperlukan landasan operasional berupa GBHN.
Kondisi nasional
(pembangunan) yang tidak merata mengakibatkan keterbelakangan dan ini merupakan
ancaman bagi integras. Pemberdayaan masyarakat diperlukan terutama untuk
daerah-daerah teringgal.
b.
Dunia tanpa batas
1.)
Perkembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi)
Mempengaruhi
pola fikir, pola sikap dan pola tindak masyarakat dalam aspek kehidupan.
Kualitas sumber daya manusia merupakan tantangan serius dalam menghadapi
tantangan global.
2.)
Kenichi Omahe dalam buku “Borderless Word” dan “The End of National State” menyatakan:
dalam perkembangan masyarakat global, batas-batas wilayah Negara dalam arti
geografi dan politik relatif masih tetap, namun kehidupan dalam satu Negara
tidak mungkin dapat membatasi kekuatan global yang berupa informasi, investasi,
industri dan konsumen yang makin individual. Untuk dapat menghadapi kekuatan
global suatu Negara harus mengurangi peranan-peranan pemerintah pusat dan lebih
memberikan peranan kepada pemerintah daerah dan masyarakat.
3.)
Perkembangan iptek dan perkembangan
masyarakat global dikaitkan dengan dunia tanpa batas meupakan tantangan wawasan
nusantara, mengingat perkembangan tersebut akan dapat mempengaruhi masyarakat
Indonesia dalam pola fikir, pola sikap dan pola tindak di dalam masyarakat,
berbangsa dan bernegara.
c.
Era Baru Kapitalisme
1.)
Sloan dan Zureker
Dalam bukunya “Dictonary of Economics” menyatakan
kapitalisme adalah suatu sistem ekonomi yang didasarkan aras hak milik swasta
atas macam-macam barang dan kebebasan individu untuk mengadakan perjanjian
dengan pihak lain dan untuk berkecimpung dalam aktivitas-aktivitas ekonomi yang
dipilihnya sendiri berdasarkan kepentingan sendiri serta untuk mencapai laba
guna diri sendiri.
Di era baru
kapitalisme, sistem ekonomi untuk mendapatkan keuntungan dengan melakukan
aktivitas-aktivitas secara luas dan mencakup semua aspek kehidupan masyarakat
sehingga diperlukan strategi baru yaitu keseimbangan.
2.)
Laster Thurow
Dalam bukunya “The Future of Capitalism” menyatakan
bahwa: untuk dapat bertahan dalam era baru kapitalisme harus membuat strategi
baru yaitu keseimbangan (balance)
antara paham individu dan paham sosialis. Di era baru kapitalisme,
Negara-negara kapitalis dalam rangka memperthankan eksistensinya di bidang
ekonomi menekan Negara-negara berkembang dengan menggunakan isu-isu global
yaitu demokrasi, hak asasi manusia, dan lingkungan hidup.
d.
Kesadaran Warga Negara
1.)
Pandangan Indonesia tentang hak dan
kewajiban
Manusia
Indonesia mempunyai kedudukan hak dan kewajiban yang sama. Hak dan kewajiban
dapat dibedakan namun tidak dapat dipisahkan.
2.)
Kesadaran bela negera
Dalam mengisi
kemerdekaan perjuangan yang dilakukan adalah perjuangan non fisik untuk memerangi keterbelakangan,
kemiskinan, kesenjangan sosial, memberantas KKN, menguasai Iptek, meningkatkan
SDM, transparan dan memelihara persatuan.
Dalam perjuangan
non fisik, kesadaran bela Negara mengalami penurunan yang tajam dibandingkan
pada perjuangan fisik.
4.
Prospek Implementasi Wawasan Nusantara
Berdasarkan
teori mengemukakan pendangan global sebagai berikut:
a. Global Paradox
menyatakan Negara harus mampu memberikan peranan sebesar-besar kepada rakyatnya.
b. Borderless World
dan The End of National State
menyatakan batas wilayah geografi relative tetap, tetapi kekuatan ekonomi dan
budaya global akan menembus batas tersebut. Pemerintah daerah perlu diberi
peranan lebih berarti.
c. The Future of Capitalsm
menyatakan strategi baru kapitalisme adalah mengupayakan keseimbangan antara
kepentingan individu dengan masyarakat serta antara Negara maju dengan Negara
berkembang.
d. Building Win Win World (Henderson)
menyatakan perlu ada perubahan nuansa perang ekonomi, menjadikan masyarakat
dunia yang lebih bekerjasama, memanfaatkan teknologi yang bersih lingkungan
serta pemerintahan yang demokratis.
e. The Second Curve (Ian Morison)
menyatakan dalam era baru timbul adanya peranan yang lebih besar dari pasar,
peranan konsumen dan teknologi baru yang mengantar terwujudnya masyarakat baru.
Dari
rumusan-rumusan di atas ternyata tidak ada satupun yang menyatakan tentang
perlu adanya persatuan sehingga akan berdampak konflik antar-bangsa karena
kepentingan nasionalnya tidak terpenuhi. Dengan demikian wawasan nusantara
sebagai cara pandang bangsa Indonesia dan sebagai visi nasional yang
mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa masih tetap valid baik saat sekarang
maupun mendatang, sehingga prospek wawasan nusantara dalam era mendatang masih
tetap relevan dnegan norma-norma global.
Dalam
implementasinya perlu lebih diberdayakan peranan daerah dan rakyat kecil, dan
terwujudnya apabila dipenuhi adanya faktor-faktor dominan: keteladanan
kepemimpinan nasional, pendidikan berkualitas dan bermoral kebangsaan, media
massa yang memberikan informasi dan kesan yang positif, keadilan penegakan
hukum dalam arti pelaksanaan pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
5.
Keberhasilan Implementasi Wawasan
Nusantara
Diperlukan
kesadaran Warga Negara Indonesia untuk:
a. Mengerti,
memahami dan menghayati tentang hak dan kewajiban warganegara serta hubungan
warga Negara dengan Negara, sehingga sadar sebagai bangsa Indonesia.
b. Mengerti,
memahami dan menghayati tentang bangsa yang telah menegara, bahwa dalam
menyelenggarakan kehidupan memerlukan konsepsi wawasan nusantara sehingga sadar
sebagai warga Negara yang memiliki cara pandang.
Agar kedua hal dapat terwujud,
diperlukan sosialisasi dengan program yang teratur, terjadwal dan terarah.
C.
Penutup
1.
Kesimpulan
a. Asas
wawasan nusantara terdiri dari: kepentingan atau tujuan yang sama, keadilan, kejujuran,
solidaritas, kerjasama dan kesetiaan terhadap kesepakatan.
b. -
Kedudukan wasantara (Visi bangsa) sebagai Landasan Visioner
- Fungsi
wawasan nusantara adalah pedoman, motivasi, dorongan serta rambu-rambu dalam
menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan, dan perbuatan, baik bagi
penyelenggara Negara.
- Tujuan
wawasan nusantara adalah mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala bidang
dari rakyat Indonesia.
c.
Penerapan implementasi Wawasan Nusantara
harus tercermin pada pola fikir, pola sikap dan pola tindakan yang senantiasa
mendahulukan kepentingan Negara. Tantangan implementasi meliputi: pemberdayaan
masyarakat, dunia tanpa batas, era baru kapitalisme, dan kesadaran warga Negara.
d. Untuk
mendapatkan keberhasilan implementasi wawasan nusantara diperlukan adanya
kesadaran bagi tiap-tiap warga Negara.
2.
Saran
Kepada
pembaca dan penulis diharapkan dapat mengetahui, memahami dan menghayati
wawasan mengenai Wawasan Nusantara.
D. Daftar pustaka
Muchiji, Achmad, et al. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan
Seri Diktat Kuliah. Jakarta: Penerbit Gunadarma.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar