Jumat, 22 Mei 2015

Tugas Paper Ketahanan Nasional

TUGAS PAPER
Berkaitan dengan Ketahanan Nasional

A.   Pendahuluan
1.      Latar Belakang
Berdasarkan pengertian ketahanan nasional dan kondisi kehidupan nasional Indonesia sesungguhnnya ketahanan nasional merupakan gambaran dari kondisi sistem (tata) kehidupan nasional dalam berbagai aspek pada saat tertentu. Tiap aspek di dalam tata kehidupan nasional dalam berbagai aspek pada saat tertentu berubah menurut waktu, ruang, dan lingkungan terutama pada aspek-aspek dinamis sehingga interaksinya menciptakan kondisi yang sangat sulit untuk dipantau karena sangat kompleks.
Berdasarkan pemahaman tentang hubungan tersebut diperoleh gambaran bahwa konsepsi ketahanan nasional akan menyangkut hubungan antar aspek yang mendukung kehidupannya yaitu:
a.       Aspek yang berkaitan dengan alamiah bersifat statis meliputi aspek geografi, kependudukan, dan sumber daya alam.
b.      Aspek yang berkaitan dengan sosial bersifat dinamis meliputi aspek ideology, politik, ekonomi, sosial budaya dan hankam.
Pembahasan kali ini akan membahas tentang pengaruh aspek ketahanan nasional pada kehidupan berbangsa dan bernegara serta keberhasilan ketahanan nasional Indonesia.
2.      Rumusan Masalah
a.       Bagaimana pengaruh aspek ketahanan nasional pada kehidupan berbangsa dan bernegara?
b.      Bagaimana keberhasilan ketahanan nasional Indonesia?
3.      Tujuan Penulisan
c.       Agar dapat memahami dan menjelaskan mengenai pengaruh aspek ketahanan nasional pada kehidupan berbangsa dan bernegara.
a.       Agar dapat memahami dan menjelaskan mengenai keberhasilan ketahanan nasional Indonesia.
4.      Metode Penulisan
Metode penulisan yang digunakan dalam pembuatan paper ini adalah dengan menggunakan literatur dari berbagai sumber-sumber yang tertera dalam daftar pustaka.

B.   Pembahasan
1.      Pengaruh Aspek Ketahanan Nasional pada Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.
Berikut ini adalah pengaruh aspek ketahanan nasional pada kehidupan berbangsa dan bernegara:
a.       Pengaruh Aspek Ideologi
Ideologi mengandung konsep dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan oleh suatu bangsa. Kemapuhan suatu ideologi tergantung kepada rangkaian nilai yang dikandungnya yang dapat memenuhi serta menjamin segala aspek kehidupan baik secara perseorangan maupun anggota masyarakat.
Berikut adalah ideologi besar yang terdapat di dunia:
1)      Liberalisme
Liberalisme merupakan aliran pikiran perseorangan atau individualik. Aliran ini mengajarkan bahwa Negara adalah masyarakat hukum (individu) dalam masyarakat.
Liberalisme bertitik tolak dari hak asasi yang melekat pada manusia sejak lahir dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun. Aliran ini diajarkan oleh Thomas Hobbes, John Locke, Jean Jaques Rousseau, Herbert Spencer dan Harold J. Laski.
2)      Komunisme
Komunisme merupakan aliran pikiran teori golongan yang diajarkan oleh Karl Marx, Engels, Lenin.  Aliran ini beranggapan bahwa Negara adalah susunan golongan untuk menindas kelas lain. Sesuai dengan pikiran yang melandasi komunisme maka dalam upaya merebut kekuasaan ataupun mempertahankan kekuasaannya maka komunisme akan:
a)      Menciptakan situasi konflik untuk mengadu domba golongan-golongan tertentu serta menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.
b)      Ajaran komunisme adalah atheis dan didasarkan pada kebendaan dan tidak percaya akan adanya Tuhan Yang Maha Esa, bahkan agama dinyatakan sebagai racun bagi kehidupan masyarakat.
c)      Masyarakat komunis bercorak internasional. Masyarakat yang dicita-citakan komunis adalah masyarakat komunis dunia yang tidak dibatasi oleh kesadaran nasional.
d)     Mayarakat komunis yang dicita-citakan adalah masyarakat tanpa kelas. Masyarakat tanpa kelas dianggap masyarakat yang dapat memberikan suasana hidup yang aman dan tentram dan tidak ada pertentangan, tidak adanya hak milik pribadi atas alat produksi dan dihapusnya pembagian kerja.
3)      Faham Agama
Ideologi bersumber pada falsafah agama yang termuat dalam kitab suci agama. Negara membina kehidupan keagamaan umat dengan sifat spiritual religious. Dalam bentuk lain Negara melaksanakan hukum/ketentuan agama dalam kehidupan dunia,  Negara berdasarkan agama.
4)      Ideologi Pancasila
Pancasila merupakan tatanan nilai yang digali/dikristalisasikan dari nilai-nilai dasar budaya bangsa Indonesia yang sejak ratusan lalu tumbuh berkembang dalam masyarakat Indonesia. Kelima sila Pancasila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh sehingga pemahaman dan pengalamannya harus mencakup semua nilai yang terkandung. Berikut ini adalah kandungan dari nilai-nilai Pancasila:
a)      Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Mengandung arti spiritual memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada semua pemeluk agama dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk berkembang di Indonesia. Nilai ini merupakan fungsi ketahanan Indonesia, karena dengan demikian atheisme tidak berhak hidup di Indonesia.
b)      Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Mengandung nilai sama derajat, sama kewajiban dan hak, cinta-mencintai, hormat-menghormati, keberanian membela kebenaran dan keadilan, toleransi dan nilai gotong royong.
c)      Sila Persatuan Indonesia
Mengandung arti bahwa pluralisme masyarakat Indonesia memiliki nilai persatuan bangsa dan kesatuan wilayah. Nilai ini menempatkan kepentingan dan keselamatan bangsa dan Negara di atas kepentingan dan keselamatan bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
d)     Sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan
Mengandung nilai kedaulatan berada di tangan rakyat (demokrasi) yang dijelmakan oleh persatuan nasional yang riil dan wajar. Nilai ini mengutamakan kepentingan pribadi dan golongan, musyawarah untuk mufakat dan menjunjung tinggi harkat dan martabat serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
e)      Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Mengandung nilai sikap adil, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban, menghormati hak orang dan sikap gotong royong dalam suasana kekeluargaan, suka member pertolongan kepada orang, suka bekerja dan bersama-sama mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.
Ketahanan aspek ideologi
Ketahanan ideologi diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan ideologi bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan kekuatan nasional dalam mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dar luar negeri maupun dalam negeri secara langsung maupun tidak langsung. Ketahanan aspek ideologi di Indonesia adalah ideologi Pancasila.  Untuk memperkuat ketahanan ideology diperlukan langkah-langkah pembinaan sebagai berikut:
a)      Menumbuhkan pengalaman Pancasila secara objektif dan subjektif.
b)      Merelevansi dan mengaktualisasikan nilai instrumental Pancasila.
c)      Mengembangkan dan menanamkan semboyan Bhineka Tunggal Ika dan konsep wawasan nusantara yang bersumber dari Pancasila.
d)     Menghayati dan mengamalkan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan dasar Negara Republik Indonesia.
e)      Menunjukkan keseimbangan fisik material dengan pembangunan sebagai pengamalan Pancasila.
f)       Pendidikan moral Pancasila ditanamkan pada diri anak didik dengan cara mengintegrasikan dalam mata pelajaran lain, juga diberikan kepada masyarakat.
b.      Pengaruh Apek Politik
Politik berasal dari kata politics dan atau policy artinya kekuasaan (pemerintahan) atau juga kebijaksanaan. Politik di Indonesia harus dapat dilihat dalam konteks Ketahanan Nasional ini yang meliputi:
1)      Politik dalam Negeri
Merupakan kehidupan politik dan kenegaraan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang mampu menyerap aspirasi dan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam satu sistem yang unsure-unsurnya terdiri dari:
a)      Struktur politik
b)      Proses politik
c)      Budaya politik
d)     Komunikasi politik
2)      Politik Luar Negeri
Merupakan salah satu sarana pencapaian kepentingan nasional dalam pergaulan antar bangsa. Politik luar negeri Indonesia berlandaskan pada Pembukaan UUD 1945 yairu melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial serta anti penjajahan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan perikeadialan.
Politik Luar Negeri Indonesia adalah bebas dan aktif. Bebas memiliki pengertian tidak memihak kepada kekuatan-kekuatan yang pada dasarnya tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Aktif memiliki arti tidak bersifat reaktif dan tidak menjadi objek percaturan internasional tetapi berperan serta atas dasar cita-cita bangsa tercermin dalam Pancasila dan Pembukaan UUD 1945.
Ketahanan pada aspek politik diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan politik bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi tantangan, gangguan, ancaman dan hambatan yang datang.

1)      Ketahanan pada aspek politik Dalam Negeri
a)      Sistem pemerintahan yang berdasarkan hukum
b)      Mekanisme politik yang memungkinkan adanya perbedaan pendapat, namun perbedaan itu tidak menyangkut nilai dasar.
c)      Kepemimpinan nasional mampu mengakomodasikan aspirasi masyarakat.
d)     Terjamin komunikasi dua arah antara pemerintah dengan masyarakat dan antar kelompok atau golongan masyarakat.
2)      Ketahanan pada aspek politik Luar Negeri
a)      Hubungan luar negeri ditujukan untuk lebih meningkatkan kerjasams internasional di berbagai bidang.
b)      Dikembangkan menurut prioritas.
c)      Citra positif Indonesia terus ditingkatkan dan diperluas.
d)     Langkah bersama Negara berkembang. Melaksanakan perjanjian perdagangan internasional.
e)      Perjuangan mewujudkan tatanan dunia baru dan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi.
f)       Peningkatan kualitas sumber daya manusia.
g)      Perjuangan bangsa Indonesia menyangkut kepentingan nasional.
c.       Pengaruh Aspek Ekonomi
Perekonomian adalah salah satu aspek kehidupan nasional yang berkaitan tentang pemenuhan kebutuhan bagi masyarakat, meliputi produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa.
Sistem perekonomian yang dianut oleh Indonesia mengacu kepada pasal 33 UUD 1945 yang menjelaskan bahwa sistem perekonomian adalah usaha bersama berarti setiap warga Negara mempunyai hak dan kesempatan yang sama dalam menjalankan roda perekonomian.
Ketahanan pada aspek ekonomi diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan perekonommian bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala macam ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang datang dari dalam maupun luar negeri secara langsung maupun tidak. Wujud ketahanan ekonomi tercermin dalam kondisi kehidupanperekonomian bangsa yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis serta mampu menciptakan kemandirian ekonomi nasional dan mewujudkan kemakmuran rakyat yang adil dan merata.
Berikut adalah pembinaan yang dilakukan agar tercapai ketahanan ekonomi:
a)      Sistem ekonomi nusantara menggunakan sistem ekonomi kerakyatan.
b)      Ekonomi kerakyatan harus menghindari:
-          Sistem free fight
-          Sistem etatisme
-          Monopoli
c)      Memantapkan struktur ekonomi.
d)     Melaksanakan pembangunan ekonomi sebagai usaha bersama.
e)      Pemerataan pembangunan dan pemanfaatan hasil dengan keseimbangan dan keserasin.
f)       Menumbuhkan kemampuan bersaing.
d.      Pengaruh Aspek Sosial dan Budaya
Istilah sosial budaya mencakup dua segi utama kehidupan bersama manusia. Sosial adalah pergaulan hidup manusia dalam bermasyarkat yang mengandung nilai-nilai kebersamaan. Kebudayaan merupakan seluruh cara hidup suatu masyarakat dalam tingkah laku dan hasil tingkah laku yang diambil dari berbagai sumber.
1)      Struktur Sosial di Indonesia
Kehidupan masyarakat berdasarkan struktur peran dan profesi melahirkan bentuk hubungan dan ikatan antar-manusia yang dapat menggantikan hubungan keluarga.
2)      Kondisi Sosial di Indonesia
-          Kebudayaan daerah
Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa, sub etnis yang memiliki kebudayaan masing-masing. Kebudayaan daerah merupakan kerangka dari kehidupan sosial budaya bangsa Indonesia. Perkembangan sosial budaya tidak akan terlepas dari perkembangan kebudayaan daerah.
-          Kebudayaan nasional
Merupakan hasil interaksi dari budaya daerah yang kemudian diterima sebagai nilai bersam seluruh bangsa.  Kebudayaan nasional merupakan identitas dan menjadi kebanggan Indonesia. Berikut adalah gambaran umum masyarakat Indonesia:
a)      Bersifat religious
b)      Bersifat kekeluargaan
c)      Bersifat hidup serba selaras
d)     Bersifat kerakyatan
-          Integrasi nasional
Merupakan persatuan akibat adanya interaksi dan komunikasi yang dilakukan oleh suku-suku bangsa yang mendiami nusantara.
-          Kebudayaan dan alam lingkungan
Sebagian bangsa Indonesia terbiasa hidup dengan alam sebatas pemanfaatan sumber daya alam.
Ketahanan pada aspek sosial dan budaya diartikan suatu kondisi dinamik yang berisi keuletan dan ketangguhan mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional di dalam menghadapin segala ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan baik dari dalam maupun luar negeri secara langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kelangsugan kehidupan sosial dan budaya yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Wujud ketahanan sosial budaya yaitu dengan mencerminkan kepribadian nasional berdasarkan pancasila dalam kehidupan.
e.       Pengaruh Aspek Pertahanan dan Keamanan
Pertahanan dan kemanan Indonesia adalah kesemestaan daya upaya seluruh raktyat Indonesia sebagai satu sistem pertahanan kelangsungan hidup dan kehidupan bangsa.
Ketahanan pada aspek Ketahanan dan keamanan diartikan suatu kondisi dinamik yang berisi keuletan dan ketangguhan mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional di dalam menghadapin segala ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan baik dari dalam maupun luar negeri secara langsung maupun tidak langsung membahayakan identitas, integitas dan kelangsungan hidup bangsa yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Wujud ketahanan pertahanan dan keamanan tercermin dalam kondisi daya tangkal bangsa yang dilandasi kesadaran bela Negara.
2.      Keberhasilan Ketahanan Nasional Indonesia
Untuk mewujudkan keberhasilan ketahanan nasional Indonesia diperlukan kesadaran setiap warga Negara, yaitu:
a)      Memiliki semangat perjuangan bangsa.
b)      Sadar dan peduli terhadap pengaruh-pengaruh yang timbul dalam segala aspek berbangsa dan bernegara.
Untuk mewujudkan ketahanan nasional diperlukan suatu kebijakan umum dari pengambil kebijakan yang disebut Politik dan Strategi Nasional (Poltranas).
C.      Penutup
1.      Kesimpulan
-          Pengaruh aspek ketahanan nasional pada kehidupan berbangsa dan bernegara terdiri dari beberapa aspek yaitu ideology, politik, ekonomi, sosial dan budaya, serta pertahanan dan keamanan. Ketahanan nasional pada kehidupan bangsa dan bernegara merupakan suatu kondisi dinamik yang berisi keuletan dan ketangguhan mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional di dalam menghadapin segala ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan baik dari dalam maupun luar negeri secara langsung maupun tidak langsung membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
-          Keberhasilan ketahanan nasional dapat dicapai apabila seluruh warga Negara memiliki semangat perjuangan bangsa dan sadar dan peduli terhadap pengaruhnya.
2.      Saran
Kepada pembaca dan penulis diharapkan dapat mengetahui, memahami dan menghayati pengaruh aspek ketahanan nasional dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
D.   Daftar pustaka
Muchiji, Achmad, et al. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan Seri Diktat Kuliah. Jakarta: Penerbit Gunadarma.