Teknik industri adalah cabang
dari ilmu teknik yang berkenaan dengan pengembangan, perbaikan, implementasi,
dan evaluasi sistem integral dari manusia, pengetahuan, peralatan, energi,
materi, dan proses.
Teknik Industri di Indonesia di awali dari kampus
Universitas Sumatera Utara [USU], Medan pada tahun 1965 dan dilanjutkan dengan
Teknik Industri ITB Institut Teknologi Bandung. Sejarah pendirian pendidikan
Teknik Industri di ITB tidak terlepas dari kondisi praktek sarjana mesin pada
tahun lima-puluhan. Pada waktu itu, profesi sarjana Teknik mesin merupakan
kelanjutan dari profesi pada zaman Belanda, yaitu terbatas pada pekerjaan
pengoperasian dan perawatan mesin atau fasilitas produksi. Barang-barang modal
itu sepenuhnya diimpor, karena di Indonesia belum terdapat pabrik mesin.
Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung (FTI
ITB) diresmikan pada tahun 1973. Namun sebagian kegiatan akademik di departemen
yang berada di bawah naungan FTI ITB telah dilaksanakan sebelumnya. Hingga
Desember 2005, departemen yang berada di bawah naungan FTI ITB adalah
Departemen Teknik Kimia, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Fisika, Teknik
Industri, Teknik Informatika, dan Teknik Penerbangan.
Saat ini program studi yang berada dibawah tanggung jawab
FTI ITB adalah 6 (enam) Program Studi Sarjana yaitu Teknik Kimia, Teknik
Fisika, Teknik Industri, Program Studi Manajemen Rekayasa Industri, Program
Studi Teknik Bioenergi dan Kemurgi dan
Program Studi Teknik Pangan ; 5 (lima)
Program Studi Magister yaitu Teknik Kimia, Teknik Fisika, Instrumentasi dan
Kontrol, Teknik dan Manajemen Industri dan Program Studi Logistik Berorientasi
Terapan; dan 3 (tiga) Program Studi Doktor yaitu Teknik Kimia, Teknik Fisika,
Teknik dan Manajemen Industri.
Di Universitas Indonesia, keilmuan Teknik Industri telah
dikenalkan pada awal tahun tujuh puluhan, dan merupakan sub bagian dari
keilmuan Teknik Mesin. Sejak 30 Juni 1998, diresmikanlah Jurusan Teknik
Industri (sekarang Departemen Teknik Industri) Fakultas Teknik Universitas
Indonesia.
Ilmu Teknik Industri terbagi
menjadi tiga bidang keahlian, yaitu Sistem Manufaktur, Manajemen Industri, dan
Sistem Industri dan Tekno Ekonomi.
a.
Sistem Manufaktur
Sistem Manufaktur adalah sebuah sistem yang
memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk peningkatan kualitas,
produktivitas, dan efisiensi sistem integral yang terdiri dari manusia, mesin,
material, energi, dan informasi melalui proses perancangan, perencanaan,
pengoperasian, pengendalian, pemeliharaan, dan perbaikan dengan menjaga
keselarasan aspek manusia dan lingkungan kerjanya. Jenis bidang keilmuan yang
dipelajari dalam Sistem Manufaktur ini antara lain adalah Sistem Produksi,
Perencanaan dan Pengendalian Produksi, Pemodelan Sistem, Perancangan Tata Letak
Pabrik, dan Ergonomi.
b.
Manajemen Industri
Manajemen industri adalah bidang keahlian yang memanfaatkan
pendekatan teknik industri untuk penciptaan dan peningkatan nilai sistem usaha
melalui fungsi dan proses manajemen dengan bertumpu pada keunggulan sumber daya
insani dalam menghadapi lingkungan usaha yang dinamis. Jenis bidang keilmuan
yang dipelajari dalam Manajemen Industri antara lain adalah Manajemen Keuangan,
Manajemen Kualitas, Manajemen Inovasi, Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen
Pemasaran, Manajemen Keputusan dan Ekonomi Teknik.
c.
Sistem Industri dan Tekno Ekonomi
Sistem Industri dan Tekno Ekonomi adalah adalah bidang
keahlian yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk peningkatan daya
saing sistem integral yang terdiri atas tenaga kerja, bahan baku, energi,
informasi, teknologi, dan infrastruktur yang berinteraksi dengan komunitas
bisnis, masyarakat, dan pemerintah. Bidang keilmuan yang dipelajari di dalam
Sistem Industri dan Tekno Ekonomi antara lain adalah Statistika Industri,
Sistem Logistik, Logika Pemrograman, Operational Research, dan Sistem Basis
Data.
PRESEPSI TENTANG TEKNIK INDUSTRI
Kebijaksanaan pemerintah dalam rangka penguasaan
teknologi merupakan alat yang ampuh di dalam mewujudkan program industrialisasi
nasional seperti yang telah ditetapkan dalam GBHN dimana pada akhirnya melalui
program industrialisasi dan keterampilan yang dimiliki akan dapat menghantarkan
bangsa Indonesia ke dalam penemuan-penemuan baru baik "product
technology", "manufacturing technology" maupun "production
process technology".
Peranan pembangunan industri yang sangat besar di
dalam perkembangan dan pertumbuhan pembangunan selanjutnya maka pembangunan
industri haruslah merupakan usaha terpadu guna memantapkan proses
industrialisasi dalam arti seluas-luasnya.
Dalam usaha mengembangkan pemikiran dalam menentukan
dan prioritas industri yang akan dikembangkan di Indonesia, maka pangkal tolak
yang dipergunakan selain penekanan ke arah sasaran yang telah ditetapkan dalam
GBHN juga memperhatikan persoalan ekonomi yang dihadapi saat ini, yaitu:
pertama, kendala kelangkaan sumber daya dana; kedua, mendesaknya penciptaan
lapangan kerja produktif bagi angkatan kerja yang semakin bertambah.
Oleh karenanya pola pengembangan industri nasional ini
dalam pelaksanaannya dapat didekati dengan beberapa pendekatan pengembangan
industri.
a.
Pembentukan Modal
Penekanan yang dilakukan dalam hal ini
adalah pembangunan sektor industri yang mengandalkan nilai keunggulan
komparatif yang terkandung dalam sumber daya yang dimiliki bangsa Indonesia
dalam rangka pembentukan modal untuk membiayai tahap pembangunan berikutnya. Industri
yang dikembangkan Pada dasarnya untuk meningkatkan nilai tambah dari
hasil-hasil industri primer untuk dijadikan bahan baku barang setengah jadi
atau barang-barang konsumsi. Industri semacam ini telah berkembang baik untuk
memenuhi pasaran dalam negeri maupun luar negeri. Contoh : Industri LNG minyak pertambangan.
Dalam rangka pemupukan dana pembangunan.
industri yang bertujuan ekspor tersebut merupakan industri yang memegang
peranan penting. Oleh karena itu usaha-usaha pengembangan teknologi serta
efisiensi produksi perlu terus dilakukan dan dikembangkan agar keunggulan
komparatif yang dimiliki oleh sumber daya alam tersebut dapat dikembangkan atau
setidak tidaknya dapat dipertahankan.
b.
Pembangunan Manusia
Salah satu sumber daya yang kita miliki
yang sekaligus juga menjadi tujuan pembangunan kita adalah manusia itu sendiri.
sedangkan pembangunan industri yang didasarkan atas sumber daya manusia itu
sendiri dapat dibedakan dari segi kedudukan/fungsinya, yaitu :
-
Manusia sebagai konsumen/pemakai hasil industri.
Penekanan yang dilakukan disini adalah pengembangan sektor industri
berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan rakyat banyak. Jadi industri Yang
dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut harus benar-benar memenuhi
syarat bahwa jumlah dan kualitas yang memadai serta harga yang terjangkau oleh
masyarakat. Contoh : industri pangan.
sandang papan kesehatan dan pendidikan.
-
Manusia sebagai tenaga kerja/Pelaksana proses
produksi.
Penekanan yang dilakukan dalam hal ini adalah pengembangan sektor yang
mampu menciptakan dan memperluas lapangan kerja (industri padat karya). Untuk
mendorong dan memperluas lapangan kerja tersebut, seyogyanya perlu diberikan
insentif atau setidak-tidaknya diberi keringanan-keringanan bagi industri yang
mempunyai invesment per labornya rendah. Hal tersebut dimaksudkan mengingat
tersedianya tenaga kerja yanp berlimpah dan relatif murah merupakan salah satu
keunggulan komparatif yang kita miliki saat ini. Dengan demikian diharapkan
tenaga kerja di kedua sektor tersebut banvak terserap.
-
Manusia sebagai pembawa teknologi.
Pembangunan industri merupakan
bagian dari pelaksanaan pembangunan dalam rangka mencapai sasaran pembangunan
jangka panjang yaitu struktur ekonomi yang seimbang dimana terdapat kemampuan
dan kekuatan industri yang maju yang didukung oleh kemampuan dan kekuatan
pertanian yang tangguh.
Dalam rangka mentransformasikan
bangsa dan negara kita menjadi negara industri pada era tinggal landas nanti
dan dikaitkan dengan fungsi manusia sebagai pembawa teknologi maka pembangunan
industri dimaksud lebih dititik beratkan pada industri manufaktur. Penekanan
yang dilakukan disini ialah pengembangan sektor industri yang tercakup dalam
strategi transformasi industri dan teknologi (5 prinsip 4 tahap dan delapan
wahana industri) dalam rangka meningkatkan keterampilan bangsa dan sekaligus
menguasai teknologi.
Mengingat penguasaan dan
pengembangan teknologi ditentukan oleh manusia itu sendiri berarti penguasaan
dan pengembangan yang dimaksud tak lain adalah usaha pembinaan manusia menjadi
lebih terampil dan bermutu. Pada dasarnya penguasaan teknologi ini menibulkan
bukan hanya tenaga terampil saja tetapi juga dana dan waktu.
c.
Keterkaitan antar sektor industri dan / atau
sektor ekonomi. Dalam hal ini penekanannya adalah pengembangan sektor industri
yang didasarkan atas keterkaitan antar sektor indusiri itu sendiri dan / atau
sektor ekonomi lainnya.
Dalam menyusun komoditi-komoditi secara tegas
untuk menentukan pengembangan masing-masing industri. tidak bisa terlepas dari
keterkaitan baik antar industri itu sendiri dengan kegiatan ekonomi lainnya. Contohnya
: - Bauxit - Alumina -.-Aluminium.
- Industri gula dengan sektor
pertanian tebu.
- Industri gula yang didirikan
tersebut tidak melihat kepada kelayakan ekonominya sematamata tetapi juga untuk
melindungi petani tebu yang sudah ada.
Sumber: anik-irawati.blogspot.co.id/2010/03/perkembangan-teknik-industri.html?m=`