Kamis, 27 November 2014

Kebakaran Hutan


Tugas 4- Ilmu Budaya Dasar- Manusia dan Penderitaan

Indonesia adalah Negara yang agraris yang kaya akan daerah resapan air seperti hutan belantara.  “Indonesia memiliki hamparan hutan yang luas, dengan luas hutan Indonesia sebesar 99,6 juta hektar atau 52,3% luas wilayah Indonesia (data : Buku Statistik kehutanan Indonesia Kemenhut 2011 yang dipublikasi pada bulan Juli 2012). Hutan di Indonesia menjadi salah satu paru-paru dunia, di dalam hutan Indonesia juga menyimpan kekayaan hayati. Hutan memiiliki banyak fungsi di antaranya adalah sebagai tempat resapan atau penyimpanan air bagi kehidupan, pencegah erosi dan kekeringan dari ancaman banjir dan kekeringan, pengatur iklim, habitat bagi flora dan fauna endemik, sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat.
Mengingat pentingnya peranan hutan bagi kehidupan maka sudah seharusnya kita melindungi ekosistem hutan di Indonesia dari berbagai macam marabahaya.  Kebakaran hutan menjadi salah bencana yang mengancam ekosistem hutan dan dapat memberikan dampak bencana lainnya di Indonesia. Penyebab terjadinya kebakaran hutan diantaranya adalah: 
1. Faktor Manusia
Manusia merupakan salah satu faktor  penyebab terjadinya kebakaran hutan, seperti kelalaian membuang puntung rokok, meninggalkan sisa api unggun yang masih menyala di dalam hutan, serta karena sengaja membakarnya dengan tujuan untuk membuka lahan.
2. Faktor Alam
Alam juga merupakan salah satu faktor  penyebab terjadinya kebakaran hutan, seperti musim kemarau yang berkepanjangan serta sambaran petir.

Kebakaran hutan harus ditangani secara cepat dan tepat, agar dampak yang dirasakan tidak melebar. Penderitaan yang akan ditimbulkan akibat kebakaran dapat berupa:
1. Menyebabkan penipisan lapisan ozon.
2. Berkurang atau musnahnya fauna, flora dan habitatnya di dalam hutan sehingga menyebabkan ekosistem tidak seimbang.
3. Adanya bencana lain di musim hujan seperti banjir dan longsor karena hilangnya daerah resapan air.
4. Adanya bencana lain di musim kemarau seperti kekeringan.
5. Kehilangan bahan baku industry.
6. Asap dari kebakaran hutan yang dapat menyebabkan inspeksi saluran pernafasan /ISPA
7. Dan lain-lain.

Jika nasi sudah menjadi bubur, bencana sudah terlanjur terjadi. Maka yang dapat kita lakukan adalah   menangani bencana itu dan mencegahnya agar tidak terulang kembali. Berikut adalah cara penanganan jika hutan telah menjadi korban akibat kelalaian manusia maupun karena kehendak alam:
1. Melakukan penyemprotan secara langsung, jika kebakaran masih dalam skala kecil
2. Membuat hujan buatan
3. Melakukan penyemprotan air merata dengan menggunakan pesawat
4. Menggunakan masker dan kacamata ketika berpergian jika berada di area kebakaran hutan
5. Segera melakukan pengkondisian pada lahan tempat terjadinya kebakaran dan bergegas untuk melakukan penanaman kembali untuk hutan yang terbakar bukan untuk membuka lahan baru.
6. Memberikan sanksi kepada pihak yang sengaja melakukan pembakaran hutan yang tidak sesuai dengan aturan.
7. Dan lain-lain.

Dan berikut ini adalah pencegahan yang dapat dilakukan agar kebakaran hutan yang merugikan dan tidak terkendali itu terulang kembalii:
1. Membuat menara pengamat yang tinggi berikut alat telekomunikasi
2. Melakukan patroli keliling hutan secara rutin
3. Menyediakan sistem transportasi mobil pemadam kebakaran
4. Melakukan pemotreran citra secara berkala, terutama di musim kemarau untuk memantau wilayah hutan dengan titik api cukup tinggi yang merupakan rawan kebakaran.
5. Melakukan perizinan dan pelaksanaan yang sesuai aturan apabila memang harus menggunakan hutan sebagai lahan.
6. Dan lain-lain.

Sikap saya terhadap kebakaran hutan yaitu sebisa mungkin untuk memulai kesadaran dari diri sendiri untuk tidak melakukan kecerobohan ketika berkunjung ke hutan, karena hal  kecil yang berdampak besar  dimulai dari kesadaran masing-masing individu.

Jagalah Hutan Untuk Anak Cucu Kita!



Daftar pustaka
Ekosistem-ekologi.blogspot.com/2013/04/penyebab-dan-dampak-kebakaran-hutan-di.html?m=1
www.artikellingkungan hidup.com/5-penyebab-kebakaran-hutan-penanganannya.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar