Rabu, 26 April 2017

Paper Pengetahuan Lingkungan




PAPER PENGETAHUAN LINGKUNGAN
PEMANFAATAN LIMBAH MINYAK GORENG (JELANTAH) SEBAGAI PEMBERSIH LANTAI DAN ANALISIS PEMBERSIH LANTAI
BERDASARKAN SNI 06-1842-1995



I. Latar Belakang
Penggunaan minyak sawit sebagai bahan kebutuhan rumah tangga seperti bahan makanan, hanya efektif sekali pakai. Minyak bekas penggorengan (jelantah) dipergunakan kembali untuk penggorengan ternyata dapat menyebabkan berbagai penyakit, misalnya infeksi tenggorokan, bahkan jika minyak tersebut tengik dapat bersifat karsinogenik dan sangat membahayakan jika dikonsumsi oleh manusia. Paparan tersebut memicu adanya pemikiran baru untuk merubah kebiasaan menggunakan minyak goreng jangka panjang untuk penggorengan dengan memanfaatkan dan mengolah kembali limbah minyak goreng (jelantah) menjadi bahan aktif yang nantinya akan ditambahkan dalam pembuatan pembersih lantai. Upaya ini dilakukan agar limbah minyak goreng tersebut dapat dimanfaatkan secara tepat guna dan tidak membahayakan kesehatan juga lingkungan sekitar yang tercemari.
Metil Ester Sulfonat (MES) dapat diproduksi dari metil ester minyak nabati melalui proses sulfonasi dengan beberapa agen pensulfonasi antara lain asam sulfat, sulfit, NaHSO3, dan gas SO3. MES mempunyai keunggulan dibandingkan dengan surfaktan lain seperti Linier Alkylbenzen Sulfonat (LAS) yaitu MES lebih ramah terhadap lingkungan. Pembersih lantai berbahan aktif Metil Ester Sulfonat (MES).

II. Pembahasan
Pembersih lantai berdesinfektan adalah cairan yang mengandung senyawa fenol atau turunannya maupun senyawa lain yang bersifat antiseptik dengan atau tanpa pewangi yang digunakan untuk membersihkan lantai rumah tangga. Bahan baku yang digunakan pada produk pembersih lantai pada pemanfaatan limbah minyak jelantah diantaranya adalah sebagai berikut:
a.       Limbah minyak goreng (Jelantah), minyak jelantah merupakan limbah minyak goreng hasil penggorengan berulang. Selama digunakan untuk menggoreng, minyak goreng mengalami perubahan sifat fisik dan kimia. (Goodman dan Block, 1952) dan (Gwo et al (1985). Perubahan fisik tersebut meliputi kenaikan indeks bias, menurunkan titik cair, terbentuknya busa selama proses penggorengan, perubahan warna menjadi lebih gelap, peningkatan viskositas dan berat jenis. Sedangkan perubahan kimia tersebut menyebabkan terjadinya kerusakan pada minyak goreng.
Minyak jelantah dapat digunakan sebagai bahan baku setelah melalui serangkaian proses pengolahan. Pengolahan tersebut terdiri dari penjernihan minyak jelantah, pembuatan metil ester, dan pembuatan metil ester sulfonat.
MES dapat diperoleh melalui reaksi sulfonasi metil ester. Metil ester diperoleh dengan melakukan reaksi esterifikasi terhadap asam lemak atau transesterifikasi langsung terhadap minyak/lemak nabati dengan alkohol (Gervasio, 1996). Beberapa perlakuan penting yang harus dipertimbangkan adalah rasio mol, suhu reaksi, konsentrasi grup sulfat yang harus ditambahkan, waktu netralisasi, jenis dan konsentrasi katalis, pH dan suhu netralisasi untuk menghasilkan kualitas produk terbaik.
Hasil pengolahan yang dapat digunakan sebagai bahan baku yakni setelah minyak jelantah diubah menjadi Metil Ester Sulfonat (MES). MES merupakan bahan aktif berfungsi sebagai surfaktan (bahan penurun tegangan permukaan)  yang biasa digunakan dalam pembuatan sabun termasuk pembersih lantai.
b.      Carboxyl Methyl Cellulose (CMC), merupakan salah satu bahan aditif yang digunakan dalam pembuatan pembersih lantai. Menurut Fardiaz, dkk. (1987), ada empat sifat fungisional yang penting dari CMC yaitu untuk pengental, stabilisator, pembentuk gel, dan sebagai pengemulsi.
c.       Sodium Try Poly Phospat (STPP), sebagai bahan penunjang. Bahan ini mampu menurunkan kesadahan air. Membuat lantai tidak licin dan menghilangkan lemak/ minyak yang ada di lantai.
d.      Texapon merupakan surfaktan anionik yang digunakan untuk mengangkat kotoran pada lantai, selain itu dari bahan ini juga dapat menimbulkan busa dan sabun.
e.       Air digunakan sebagai pelarut. Manning (2008) menyatakan bahwa air merupakan pelarut yang luar biasa untuk senyawa dengan ikatan ionik.
f.       Pewarna hijau. Pewarna yang digunakan merupakan pewarna makanan.
g.      Pewangi apel
Produk dibuat dengan melarutkan CMC dengan air panas, menambahkan STTP, texapon, MES, pewarna hijau, pewangi apel serta air dengan pengadukan pada masing-masing penambahan bahan. Berdasarkan serangkaian percobaan didapatlah hasil terbaik yaitu dengan komposisi bahan sebagai berikut:
Tabel 1 Komposisi Bahan
Komposisi Bahan
MES
(g)
CMC
(g)
STPP
(g)
Texapon
(g)
Pewarna
(ml)
Pewangi
(ml)
Volume
(ml)
0.9
0,3
0,025
1,5
0,09
0,36
50
Standar Mutu yang digunakan dalam pembuatan produk pembersih lantai berpedoman pada SNI 06-1842-1995 pembersih lantai berdesinfektan. Berikut adalah hasil analisis berdasarkan spesifikasi persyaratan mutu pada pembersih lantai berdesinfektan.
Tabel 2 Hasil Analisis Berdasarkan SNI 06-1842-1995
No
Jenis Uji
Satuan
Persyaratan
Hasil
Fenol dan turunannya
Senyawa lain
1.
 pH
-
6-11
6-11
7,91
2.
Koefisien Fenol
-
Min 2,50
Min 2,50
-
3.
Stabilitas emulsi dalam air sadah 1:100
5:100


-

Stabil
Stabil
Tidak membentuk emulsi
stabil
4.
Daya membersihkan
%
-
Maks 7
bersih



III.             Kesimpulan
Melalui ilmu dan pengetahuan lingkungan mahasiswa dapat mengetahui bahwa limbah berbahaya seperti minyak jelantah dapat digunakan kembali menjadi suatu produk yang tepat guna sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan.

IV.             Daftar Pustaka
[SNI] Standar Nasional Indonesia. 06-1842-1995 “Pembersih lantai berdesinfektan”
Dewanto, Raka dan Aulia Dewi Rahmawati. Studi Pembentukan Metil Ester dengan transesterifikasi sebagai emulsifier berbahan baku minyak kelapa sawit. Jurnal. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Gervasio, G. C. 1996. Detergency. Di dalam Bailey’s Industrial Oils and Fats Products. Wiley Interscience Publisher, New York.
Yuriana, Anggun dkk. 2014. Laporan Kewirausahaan dan PKT Pemanfaatan Limbah Minyak Goreng (Jelantah) sebagai Pembersih Lantai dan Analisis Pembersih Lantai Berdasarkan SNI 06-1842-1995. Bogor: SMK AK Nusa Bangsa.
V.                Lampiran
Penjernihan minyak jelantah dan hasil pengolahan produk pembersih lantai
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar