PAPER PENGETAHUAN LINGKUNGAN
PEMANFAATAN LIMBAH MINYAK GORENG (JELANTAH) SEBAGAI
PEMBERSIH LANTAI DAN
ANALISIS PEMBERSIH LANTAI
BERDASARKAN
SNI 06-1842-1995
I. Latar Belakang
Penggunaan
minyak sawit sebagai bahan kebutuhan rumah tangga seperti bahan makanan, hanya
efektif sekali pakai. Minyak bekas penggorengan (jelantah) dipergunakan kembali
untuk penggorengan ternyata dapat menyebabkan berbagai penyakit, misalnya
infeksi tenggorokan, bahkan jika minyak tersebut tengik dapat bersifat
karsinogenik dan sangat membahayakan jika dikonsumsi oleh manusia. Paparan
tersebut memicu adanya pemikiran baru untuk merubah kebiasaan menggunakan
minyak goreng jangka panjang untuk penggorengan dengan memanfaatkan dan
mengolah kembali limbah minyak goreng (jelantah) menjadi bahan aktif yang
nantinya akan ditambahkan dalam pembuatan pembersih lantai. Upaya ini dilakukan
agar limbah minyak goreng tersebut dapat dimanfaatkan secara tepat guna dan
tidak membahayakan kesehatan juga lingkungan sekitar yang tercemari.
Metil Ester
Sulfonat (MES) dapat diproduksi dari metil ester minyak nabati melalui proses
sulfonasi dengan beberapa agen pensulfonasi antara lain asam sulfat, sulfit,
NaHSO3, dan gas SO3. MES mempunyai keunggulan dibandingkan dengan surfaktan
lain seperti Linier Alkylbenzen Sulfonat (LAS) yaitu MES lebih ramah terhadap
lingkungan. Pembersih lantai berbahan aktif Metil Ester Sulfonat
(MES).
II. Pembahasan
Pembersih lantai berdesinfektan adalah cairan yang
mengandung senyawa fenol atau turunannya maupun senyawa lain yang bersifat
antiseptik dengan atau tanpa pewangi yang digunakan untuk membersihkan lantai
rumah tangga. Bahan baku yang digunakan pada produk pembersih lantai
pada pemanfaatan limbah minyak jelantah diantaranya adalah sebagai berikut:
a.
Limbah
minyak goreng (Jelantah), minyak jelantah merupakan limbah minyak goreng hasil
penggorengan berulang. Selama digunakan untuk menggoreng, minyak goreng mengalami
perubahan sifat fisik dan kimia. (Goodman dan Block, 1952) dan (Gwo et al
(1985). Perubahan fisik tersebut meliputi kenaikan indeks bias, menurunkan
titik cair, terbentuknya busa selama proses penggorengan, perubahan warna
menjadi lebih gelap, peningkatan viskositas dan berat jenis. Sedangkan
perubahan kimia tersebut menyebabkan terjadinya kerusakan pada minyak goreng.
Minyak
jelantah dapat digunakan sebagai bahan baku setelah melalui serangkaian proses
pengolahan. Pengolahan tersebut terdiri dari penjernihan minyak jelantah,
pembuatan metil ester, dan pembuatan metil ester sulfonat.
MES
dapat diperoleh melalui reaksi sulfonasi metil ester. Metil ester diperoleh
dengan melakukan reaksi esterifikasi terhadap asam lemak atau transesterifikasi
langsung terhadap minyak/lemak nabati dengan alkohol (Gervasio, 1996).
Beberapa perlakuan penting yang harus dipertimbangkan
adalah rasio mol, suhu reaksi, konsentrasi grup sulfat yang harus ditambahkan,
waktu netralisasi, jenis dan konsentrasi katalis, pH dan suhu netralisasi untuk
menghasilkan kualitas produk terbaik.
Hasil
pengolahan yang dapat digunakan sebagai bahan baku yakni setelah minyak
jelantah diubah menjadi Metil Ester Sulfonat (MES). MES merupakan bahan aktif berfungsi
sebagai surfaktan (bahan penurun tegangan permukaan) yang biasa digunakan dalam pembuatan sabun
termasuk pembersih lantai.
b.
Carboxyl
Methyl Cellulose (CMC), merupakan
salah satu bahan aditif yang digunakan dalam pembuatan pembersih lantai.
Menurut Fardiaz, dkk. (1987), ada empat sifat fungisional yang penting dari CMC
yaitu untuk pengental, stabilisator, pembentuk gel, dan sebagai pengemulsi.
c.
Sodium Try Poly Phospat (STPP),
sebagai bahan penunjang. Bahan ini mampu menurunkan kesadahan air. Membuat
lantai tidak licin dan menghilangkan lemak/ minyak yang ada di lantai.
d.
Texapon
merupakan surfaktan anionik yang digunakan untuk mengangkat kotoran pada lantai,
selain itu dari bahan ini juga dapat menimbulkan busa dan sabun.
e.
Air digunakan
sebagai pelarut. Manning (2008)
menyatakan bahwa air merupakan pelarut yang luar biasa untuk senyawa dengan
ikatan ionik.
f.
Pewarna hijau.
Pewarna yang digunakan merupakan pewarna makanan.
g.
Pewangi apel
Produk dibuat dengan melarutkan CMC
dengan air panas, menambahkan STTP, texapon, MES, pewarna hijau, pewangi apel
serta air dengan pengadukan pada masing-masing penambahan bahan. Berdasarkan
serangkaian percobaan didapatlah hasil terbaik yaitu dengan komposisi bahan
sebagai berikut:
Tabel 1 Komposisi Bahan
|
Komposisi Bahan
|
||||||
|
MES
(g)
|
CMC
(g)
|
STPP
(g)
|
Texapon
(g)
|
Pewarna
(ml)
|
Pewangi
(ml)
|
Volume
(ml)
|
|
0.9
|
0,3
|
0,025
|
1,5
|
0,09
|
0,36
|
50
|
Standar Mutu yang
digunakan dalam pembuatan produk pembersih lantai berpedoman pada SNI
06-1842-1995 pembersih lantai berdesinfektan.
Berikut adalah hasil analisis berdasarkan spesifikasi persyaratan mutu pada
pembersih lantai berdesinfektan.
Tabel 2 Hasil
Analisis Berdasarkan SNI 06-1842-1995
|
No
|
Jenis Uji
|
Satuan
|
Persyaratan
|
Hasil
|
|
|
Fenol dan turunannya
|
Senyawa lain
|
||||
|
1.
|
pH
|
-
|
6-11
|
6-11
|
7,91
|
|
2.
|
Koefisien Fenol
|
-
|
Min 2,50
|
Min 2,50
|
-
|
|
3.
|
Stabilitas emulsi dalam air sadah 1:100
5:100
|
-
|
Stabil
Stabil
|
Tidak membentuk emulsi
|
stabil
|
|
4.
|
Daya membersihkan
|
%
|
-
|
Maks 7
|
bersih
|
III.
Kesimpulan
Melalui ilmu dan pengetahuan lingkungan mahasiswa
dapat mengetahui bahwa limbah berbahaya seperti minyak jelantah dapat digunakan
kembali menjadi suatu produk yang tepat guna sehingga dapat mengurangi
pencemaran lingkungan.
IV.
Daftar
Pustaka
[SNI] Standar Nasional Indonesia. 06-1842-1995 “Pembersih
lantai berdesinfektan”
Dewanto, Raka dan
Aulia Dewi Rahmawati. Studi Pembentukan
Metil Ester dengan transesterifikasi sebagai emulsifier berbahan baku minyak
kelapa sawit. Jurnal. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Gervasio, G. C. 1996.
Detergency. Di dalam Bailey’s
Industrial Oils and Fats Products. Wiley Interscience Publisher, New York.
Yuriana, Anggun dkk. 2014. Laporan Kewirausahaan dan PKT Pemanfaatan Limbah Minyak Goreng
(Jelantah) sebagai Pembersih Lantai dan Analisis Pembersih Lantai Berdasarkan
SNI 06-1842-1995. Bogor: SMK AK Nusa Bangsa.
V.
Lampiran
Penjernihan minyak jelantah dan hasil
pengolahan produk pembersih lantai





Tidak ada komentar:
Posting Komentar